Perpisahan

12 12 2008

Tersenyumlah saat kau mengingatku
karna saat itu aku sangat merindukanmu
dan menangislah saat kau merndukanku
karna saat itu aku tak berada di sampingmu,
tetapi pejamkanlah mata indahmu itu
karna saat itu aku akan terasa ada di dekatmu
karna aku telah berada di hatimu untuk selamanya
tak ada yang tersisa lagi untuku
selain kenangan2an yang indah bersamamu
mata indah yang denganya aku biasa melihat keindahan cinta ,
mata indah yang dahulu adalah miliku
kini semuanya terasa jauh meninggalkanku
kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu
hati cinta dan rinduku adalah milikmu,
cntamu takan pernah membebaskanku
bagaimana mungkin? Aku terbang mencari cinta yang lain
saat sayap2ku telah patah krnamu,
cintamu akan tetap tinggal bersamaku
hingga akhir hayatku dan setelah kematian
hingga tangan tuhan akan menyatukan kita lg,
betapa pun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan
yang tengah menghidupkan sinar redupku
namun tak dapat menyinari
dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya
aku tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cintamu
krna mereka tak tertandingi akan sosok drimu dalam jiwaku
kau takan pernah terganti, bagai pecahan logam mengekalkan {kesunyian} {kesendirian} {dan kesedihanku}
kini aku telah kehilangan mu . . .

Dari Seseorang di pulau seberang.





.NET Framework SP1 and Visual Studio 2008 SP1 on IIX

13 11 2008

.NET Framework SP1 and Visual Studio 2008 SP1 on IIX

Visual Studio 2008 dan .NET Framework 3.5 Service Pack 1 tidak seperti Service Pack konvensional yang biasanya hanya terdiri dari perbaikan atas bugs atau improvement dari sisi performance. Namun Visual Studio 2008 dan .NET 3.5 SP1 memiliki beberapa tambahan fitur yang dirangkum dari hasil feedback customer. Kehadiran VS2008 SP1 juga memberikan kompatibilitas akses terhadap SQL Server 2008 RTM. SP1 memberikan fitur baru di ADO.NET Entity Framework dan dukungan untuk ASP.NET Dynamic Data (mungkin masih ingat Dynamic Data Library).

SP1 memberikan improvement di sisi Common Language Runtime (CLR), kemampuan untuk generate managed code yang memangkas waktu untuk startup & eksekusi aplikasi, kemampuan untuk memanfaatkan ASLR (Address Space Layout Randomization). ASLR adalah teknik security yang mengacak posisi dari data (executable), library, heap, atau stack dalam address space (memory). Pengacakan posisi data mengurangi potensi serangan virus/trojan yang memiliki kemampuan memprediksi data.

Waduh kok jadi cerita daerah IT Pro, itu kan fitur Windows Vista. Okey, kita focus ke SP1 lagi yah, beberapa pengembangan di .NET Framework SP1 antara lain:

* Peningkatan performance 20-45% untuk pengembangan aplikasi yang menggunakan Windows Presentation Foundation (WPF).
* Beberapa penambahan fitur dalam Windows Communication Foundation yang memberikan kemudahan bagi developer untuk akses data dan services.
* Perbaikan di area data platform, seperti ADO.NET Entity Framework, ADO.NET Data Services, dan tentunya support untuk SQL Server 2008 RTM.

Sedangkan Visual Studio 2008 SP1 memberikan:

* Peningkatan usabilitas bagi designer untuk membangun aplikasi yang berbasis WPF.
* Dukungan penuh konektivitas dan fitur SQL Server 2008 RTM.
* Komponen dan kakas (tools) Visual C++ dan Visual Basic termasuk dukungan Ribbon untuk pengembangan aplikasi MFC berbasis Office 2007.
* Respon yang lebih baik terhadap Team Foundation Server (TFS) yang terkait dengan version control dan integrasi email dengan work item.
* Penambahan fitur di AJAX, pengembangan website, dan dukungan penuh untuk memberikan lingkungan pengembangan yang kondusif bagi JavaScript.

Pasti bosan juga mendengar cerpen ini, yang jelas berdasarkan pengalaman pribadi, SP1 memang lumayan lebih “sigap” dan tentunya memberikan dukungan menyeluruh untuk pengembangan aplikasi di berbagai platform seperti Web, Vista, Windows Server 2008, Office 2007, dan Windows Mobile.

Lebih baik rekan-rekan segera download Visual Studio 2008 SP1 (851 MB) dan .NET Framework SP1 (236 MB) dari server yang running diatas IIS7 dan Windows Server 2008 Hyper-V serta terkoneksi dengan jaringan IIX. Selain itu juga saya sertakan Visual Studio 2008 Enhancement Training Kit (33 MB) yang harapannya dapat melengkapi rasa ingin tahu rekan-rekan terhadap keluarga SP1. Beberapa yang diupdate dari Visual Studio Training Kit sebelumnya adalah sebagai berikut: ASP.NET AJAX History, ASP.NET Dynamic Data, ASP.NET MVC, ADO.NET Data Services, ADO.NET Entity Framework. Visual Studio 2008 Enhancement Training Kit memiliki beberapa tambahan antara lain: .NET 3.5 SP1, .NET Framework Client Profile, ASP.NET AJAX 3.5 SP1, ASP.NET Dynamic Data, ADO.NET Data Services, ADO.NET Entity Framework, WCF 3.5 SP1, Visual Studio 2008.

Semoga Bermanfaat!

Cheers,

Narenda Wicaksono

Technical Advisor

Source: http://geeks.netindonesia.net/blogs/narn/archive/2008/08/12/net-framework-sp1-and-visual-studio-2008-sp1-on-iix.aspx





Astagfirullah

7 11 2008

Astaghfirullah Robbal baroya
Astaghfirullah minal khothoya

Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona jangan terperdaya
Akhirat nanti tempat pulang kita
Akhirat nanti hidup sebenarnya

Barang siapa Allah tujuannya
Niscaya dunia akan melayaninya
Namun siapa dunia tujuannya
Niscaya letih dan pasti sengsara
Diperbudak dunia sampai akhir masa

Kasih sayang Allah Maha Mempesona
Betapa pun kita mengkhianati-Nya
Tiada terputus curahan nikmat-Nya
Selalu dinanti kembali pada-Nya
Selalu dinanti bertaubat pada-Nya

Allah melihat Allah mendengar
Segala sikap dan kata kita
Tiada nan luput satu pun jua
Allah takkan lupa selama-lamanya
Allah takkan lupa selama-lamanya

Ingatlah maut yang pasti menjemput
Putuskan nikmat dan cita-cita
Tiada tertolak tiada tercegah
Bila ajal tiba pun berakhir sudah
Bila waktu hidup berakhir sudah

Tubuh pun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta pangkat jabatan
Tinggallah ratapan dan penyesalan
Menanti peradilan yang menentukan
Menanti peradilan yang menentukan

Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Takutlah azab yang mengerikan
Siksa jahanam sepanjang zaman
Siksa jahanam sepanjang zaman

Allah pengampun penerima taubat
walaupun dosa sepenuh jagat
Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Karena ajal kian mendekat

Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)





Cinta dan Perkawinan Menurut Plato

28 10 2008

Artikel Bebas
25 November 2002 – 15:32
Cinta dan Perkawinan Menurut Plato

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?

Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”

Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”

Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar / subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”





Cintai Apa adanya

23 10 2008

Cintai Apa adanya
Oleh: Tidak Diketahui

Suatu hari saya dikunjungi oleh teman saya yang sudah berumah tangga, sebut saja Ika, dia bercerita :

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.

“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Akhirnya dia bertanya,:

“Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,:

“Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya : Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati, Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”

Dia termenung dan akhirnya berkata,

“Saya akan memberikan jawabannya besok.”

Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang bertuliskan. …

“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya… “

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

“Kamu bisa mengetik di komputer namun selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”

“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”

“Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. “

“Kamu selalu pegal-2 pada waktu ’teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”

“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ’aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”

“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”

“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu”.

“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.” “Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. “

“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. “

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat cintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”

“Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”.

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.





Alkisah….

10 10 2008

Kiriman dari email teman:
mfathullah@nisconi.com

Alkisah….

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya
itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci
semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk
menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya
jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya
sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya
bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah
denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya
ternyata buta. Dia menolak untuk menikah
dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk
surat singkat kepada gadis itu, “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya”





Mudahnya Memaafkan

10 10 2008

Kiriman dari email teman:

Mudahnya Memaafkan
Penulis : Eko Prasetyo

KotaSantri.com : Beberapa waktu lalu, saya tak sengaja menyerempet sebuah mobil toyota kijang di Jl A. Yani, Surabaya. Jalan memang agak macet sore itu. Dan saya memang agak terburu-buru. Bagian spion kiri mobil tersebut agak lecet akibat senggolan dengan motor saya.

Pemilik mobil itu kemudian minggir dan menyapa saya, “Hei, goblok! Matamu sudah buta ya?”

Saya lalu meminta maaf karena tidak sengaja menyenggol mobil orang itu. Dari penampilannya yang perlente, saya jelas tidak ada apa-apanya. Meski demikian, saya berusaha tetap tenang dan terus meminta maaf. Tapi, orang itu malah tidak terima dan terus memaki-maki saya.

“Aku gak terimo! Kamu harus ganti spion mobil saya. Motomu picek yo (Matamu buta ya)! Naik sepeda motor nggak liat-liat!” kata laki-laki tersebut.

“Akan saya ganti, Pak, spion yang kegores itu. Maafkan saya, Pak,” ujar saya.

“Alah, gak usah akeh omong. Aku minta kamu ganti sekarang,” katanya dengan nada tinggi.

Orang itu tampak sinis memandang saya. Mungkin, dia mengira saya tak akan mampu membayar kerugian sebesar harga spion mobilnya. Apalagi, melihat tampang saya yang kucel begini.

Kemudian, dia kembali menghampiri saya. “Sudah, aku minta 200 ribu saja. Sekarang!” ujar laki-laki itu.

“Waduh, Pak, uang saya cuma 115 ribu iki,” jawab saya sambil memperlihatkan isi dompet saya untuk meyakinkan dia.

“Motomu picek yo,” ucapnya tidak terima dengan kata-kata saya.

“Kekurangannya saya ambilkan di kantor saya dulu ya, Pak, karena di sana ada ATM,” tawar saya dengan nada memelas. Namun, dia malah tidak terima. Dia menuduh saya dan semakin memaki-maki.

Karena agak kesal, saya kemudian bilang, “Sudah deh, Pak, saya ganti 500 ribu. Tapi, uangnya saya ambil di kantor dulu. Di sana soalnya ada ATM,” jawab saya.

“Alah, rai koyok awakmu mosok duwe duwit (Tampang seperti kamu mana mungkin punya uang),” kata dia terus-menerus menghina saya.

“Kalau nggak percaya, silakan ikut saya ke kantor yang dekat dari sini,” jawab saya.

Alhamdulillah dia mau saya ajak ke kantor. Setelah mengambil uang di ATM, saya benar-benar menyerahkan uang sebesar Rp. 500 ribu ke orang tersebut.

Laki-laki itu kelihatan bingung dan bertanya kepada saya, “Memangnya kamu kerja di sini? Di mana? Saya kan cuma minta 200 ribu?”

Saya tidak lantas menjawab pertanyaan orang itu. “Saya minta maaf, Pak, sudah menyenggol mobil Bapak. Saya sangat berterima kasih sudah diingatkan agar berhati-hati. Matur nuwun Pak,” tutur saya kepadanya.

Wajah laki-laki itu tambah bingung. Mungkin, dia bertanya-tanya wong dia tadi marah dan memaki saya, tapi saya justru berterima kasih sudah diingatkan.

“Ini kartu nama saya, Pak. Silakan main-main ke kantor saya kapan-kapan. Maaf ya, Pak, saya harus segera kerja karena ada rapat hari ini. Silakan hubungi saya nanti. Nomornya ada di kartu nama saya itu,” ujar saya meninggalkan laki-laki tadi yang masih melongo melihat saya ngacir sebelum sempat berkata-kata.

Alhamdulillah, hari itu saya bisa meredam marah dan tidak membalas makian/hinaan dari bapak tadi. Bapak tersebut tidak lama kemudian mengirimkan SMS dan berkali-kali meminta maaf kepada saya. Saya membalas SMS beliau dan berterima kasih sudah diingatkan. Dia tambah bingung.

“Mas nyindir saya ya?” tulisnya heran dalam SMS balasannya.

“Lho, bapak nggak sadar sudah menasihati saya? Bapak marah-marah tadi itulah yang saya maksud mengingatkan saya agar saya lebih berhati-hati lagi jika di jalan raya,” balas saya.

“Mas, saya benar-benar minta maaf atas sikap saya tadi,” balas dia.

SMS itu kemudian saya tutup dengan ucapan maaf dan terima kasih lagi.

Saya lalu merenung. Mungkin saja, di satu sisi, saya memiliki kelebihan dibandingkan orang itu, meski saya berada dalam posisi yang lemah saat itu. Namun, saya memetik hikmah dari kejadian tadi. Yakni, menguasai emosi dan mencoba berpikir positif di saat-saat yang tidak menguntungkan. Sebagai pemuda, saya tetap harus menghormati orang yang lebih tua, tak peduli siapa pun dia dan tanpa melihat kelebihan diri sendiri. Dalam kamus kehidupan, tak ada kata dendam untuk saling menghargai dan mengasihi sesama makhluk Allah.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.